Sanghyang Tikoro, Melihat Tempat Bobolnya Danau Bandung Purba

Sanghyang Tikoro, Melihat Tempat Bobolnya Danau Bandung Purba

Sanghyang Tikoro, Melihat Tempat Bobolnya Danau Bandung Purba

Sanghyang Tikoro

Sanghyang Tikoro

Sanghyang Tikoro | Wisata Indonesia – Sudah tahu mengenai Sanghyang Tikoro? Mendengar namanya pasti yg terbesit di benak kamu adalah sesuatu yg misterius. Ngeri-ngeri sedaplah… hehe.  Apa betul begitu?

Sanghyang Tikoro adalah nama suatu tempat berupa gua serta sungai bawah lahan yg terletak di Kecamatan Cipatat, Rajamandala nggak jauh dari bendungan Saguling, sekitar 17 Km dari kota Bandung.

dapat jadi bahkan orang Bandung sekalipun belum banyak orang yg tahu dimana tepatnya lokasi ini, sebab memang letaknya yg terletak di pinggiran, meskipun sebetulnya jalan menuju ke sana sudah sangat keren sebab terletak di sekitar lokasi PLTA Saguling.

buat menuju ke lokasi tersebut anda dapat mengikuti petunjuk sebagaimana terlihat di peta di google map sebagai berikut:

Arti Sanghyang Tikoro

Sebelum memberi penjelasan lebih lanjut mengenai lokasi ini, saya ingin memberi penjelasan terlebih dahulu mengenai arti dari Sanghyang Tikoro. Namanya memang terdengar istimewa. Sanghyang, berasal dari Perkataan Sang serta Hyang.

Sang adalah Perkataan sandang yg dipergunakan oleh orang-orang Sunda dulu buat menghormati seseorang atau sesuatu. Sementara Hyang adalah sebutan buat keberadaan spiritual nggak kasat mata yg memiliki kekuatan supranatural.

Jadi Perkataan sanghyang dapat diartikan sebutan buat menghormati seseorang atau sesuatu yg dianggap suci.

Sementara Tikoro adalah basa Sunda yg berarti tenggorokan. Ini mungkin buat menggambarkan tempat tersebut yg berupa sungai bawah lahan yg mengalir melalui rongga-rongga, seperti tengorokan.

asal usul Sanghyang Tikoro

Sanghyang Tikoro menjadi istimewa sebab dikaitkan dengan kisah surutnya danau purba yg melingkupi cekungan Bandung, sekitar 20 – 30 juta tahun yg silam.

anda pasti tahu cerita Sangkuriang serta Gunung Tangkuban Bahtera. Dalam legenda tersebut diceritakan bahwa dalam rangka memenuhi permintaan nggak masuk akal dari Dayang Sumbi, Sangkuriang dibantu para jin membendung sungai Citarum sampai membentuk suatu danau yg sangat besar.

Nah, konon, selepas Sangkuriang marah sebab merasa ditipu serta menendang Bahtera sampai tertelungkup sampai membentuk Gunung Tangkuban Bahtera, danau tersebut perlahan-lahan bocor.

Menurut penelitian ilmiah, cekungan Bandung, dahulu memang berupa danau besar.  Danau tersebut setelah itu bobol oleh sebab itu membentuk daratan yg kini menjadi kawasan Bandung.

serta diduga, lokasi bocornya danau purba yg akhirnya membentuk cekungan yg menjadi kawasan Bandung (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat serta Kota Cimahi) sekarang adalah ya di Sanghyang Tikoro ini.

Masih Menjadi Perdebatan

Dugaan tersebut mungkin lahir sebab Genre air Sungai Citarum yg terdapat di sana terbagi menjadi 2 cabang. yg pertama mengalir seperti sungai terbuka biasa, yg satu lagi masuk ke dalam gua bawah lahan.

Genre air dengan kekuatan alaminya selama bertahun-tahun sudah melarutkan batuan kapur yg terletak di kawasan tersebut. Diyakini, goa Sanghyang Tikoro memiliki panjang lebih dari 800 meter.

adalah van Bemmelen, seorang geolog asal Balanda yg meyakini Sanghyang Tikoro adalah tempat bobolnya danau purba Bandung. Meskipun begitu klaim ini dibantah oleh beberapa pakar lain.

Saat ini Sanghyang Tikoro kerap dijadikan lokasi kunjungan lapangan mahasiswa-mahasiswa geologi buat mempelajari proses pembentukan batuan di kawasan tersebut.

Beberapa Misteri serta Mitos

yg juga memikat adalah misteri serta mitos yg berkembang berkaitan dengan Sanghyang Tikoro. Pertama, mengenai kemana berakhirnya Genre air yg masuk ke Sanghyang Tikoro, sampai saat ini belum diketahui kemana. Tentunya ini menjadi tantangan para pakar buat mempelajarinya.

Kedua, mitos yg mengatakan jikalau kamu menjatuhkan lidi ke Sanghyang Tikoro maka akan terdengar jeritan seperti orang yg tenggorokannya tertusuk duri. saya sendiri belum pernah mencoba membuktikannya saat mengunjungi ke sini beberapa saat yg lalu.

namun, sebetulnya mungkin mitos tersebut dibuat agar kamu nggak sembarangan membuang sampah ke sungai.

Sanghyang Poek

nggak jauh dari Sanghyang Tikoro, adalagi satu destinasi yg dapat disinggahi.  Namanya Sanghyang Poek.  Poek dalam bahasa Sunda berarti gelap.  Seperti namanya, tempat ini berupa gua.  namun berbeda dengan Sanghyang Tikoro yg nggak dapat dimasuki, di Sanghyang Poek kamu dapat menjelajah ke dalamnya.

Sanghyang Poek

Sanghyang Poek

buat sampai ke Sanghyang Poek, kamu wajib berjalan kaki sekitar lima belas menit. nggak terdapat penunjuk tujuan di sana, jadi baiknya anda menanyakan ke penduduk lokal agar nggak tersesat. Patokannya adalah kamu wajib menyusuri sungai ke tujuan berlawanan dengan Genre sungai.

selepas menyisiri sungai sejauh sekitar 1 km, kamu akan menemukan suatu Goa. sebab bentuknya yg miring, kamu wajib bermiring-miring ria buat masuk ke dalamnya.

Di dalam goa, kamu akan menemukan 3 lorong. buat menuju ke Sanghyang Poek kamu pilih lorong yg tengah. Di dalam goa yg gelap tersebut kamu akan dpt merasakan tetesan air langsung dari dinding gua serta basah oleh genangan air.

Nah itu dia tulisan perihal Sanghyang Tikoro serta Sanghyang Poek, suatu tempat yg memikat buat disinggahi serta dipelajari lebih lanjut.

Tetarik?




Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top